Dua Sayap Syurga

(Cerita ringan sebagai pengantar)

Ada seorang sahabat, yang memiliki fisik yang beda dari yang lainnya. Sahabat tersebut orangnya jelek, pendek, hitam, miskin pula. Sahabat tersebut memiliki istri dengan rupa yang jauh dari rupa suaminya. Istri sahabat tersebut rupawan dengan paras yang cantik, dengan kulit yang putih dan mulus, akhlaknya baik pula…

Suatu ketika, sang suami memandangai sang istri nan cantik jelita. Tanpa berkedip, hati sang suami senantiasa bertasbih memujiNya yang telah menciptakan wanita secantik istrinya dan menganugerahkan padanya. Melihat tingkah aneh suaminya, sang istri terheran dan bertanya, “Wahai suamiku tercinta, mengapa engkau memandangiku sebagaimana demikian?”

”Wahai istriku yang kucinta pula karenaNya, aku sangat bersyukur memiliki istri yang cantik jelita seperti engkau”

“Wahai suamiku… aku sangat bahagia, karena kelak kita berdua akan masuk syurga”

“Bagaimana engkau tahu kita akan masuk syurga..??”

“Karena engkau bersyukur memiliki istri seperti saya, dan saya pun bersabar memiliki suami sebagaimana engkau, dan orang yang bersyukur dan bersabar akan masuk syurga”

Ya… itulah 2 kunci dalam hidup ini… yang satu sabar dan yang satu syukur

Bersabar ketika kita mendapatkan ujian cintaNya…dan bersabar ketika kita mendapatkan cintaNya…

Sungguh indah ketika hidup dihadapi dengan sabar dan syukur. Orang kadang lalai dengan nikmat yang bergelimang mengelilingi hidupnya di satu ketika, hingga lisan ini lupa menglafadzkan hamdalah, sebagai salah satu bukti syukur seorang hamba pada Rabbnya yang melimpahkan anugerah padaNya. Hati yang senantiasa bertasbih, bertahmid, jasad yang senantiasa berinadah sebagai bukti syukur….

Dan…. kala bencana melanda…

Kala ujian datang, menggoda hati… melemahkan tapak kaki mendaki jalan menujuNya….

Wahai engkau jiwa yang merindu syurga…

Sudah selayaknya kita mensyukuri apa pun kondisi kita saat ini karena kita begitu istimewa telah diciptakan…

Dan ketahuilah… wahai engkau…

Sesungguhnya jarak antara masalah dan solusi adalah sejauh jarak antara lutut dan lantai tatkala bersujud…

Sudah Allah anjurkan kepada kita sebagai hamba yang menghamba padaNya untuk bersabar dan senantiasa menguatkan kesabaran kala menghadapi setiap kejadian dalam episode kehidupan kita.

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siagalah (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

(Ali Imran(3): 200)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: