untukmu UMY…

umy…. selaksa kasih kau beriuntukku..

namun ananda tak memiliki banyak untukmu…

mungkin hanya cinta dan rindu di hati untukmu Umy…

Umy.. di hari ibu ini, perkenankan ananda mengungkapkan rindu yang selalu ada di hati anandamu…

umy… i love you…

wah… jadi sedih… keinget umy di rumah. sebenarnya ada sedikit tulisan tentang umy. tapi tulisan wiex beberapa tahun yang lalu. tapi tak apalah, cintaku pada umy selalu up to date…he…. (maksudnya…???)

tulisan itu akan wiex masukan sini, tak apa ya….

moga bisa terungkap kasih dan cinta yang ada di hati…

(Umy… buka blognya wiex donk… baca…. eh, tapi dulu tulisan ini kan sudah pernah wiex berikan ke umy ya… lupa… he…)

ne….

Teruntukmu…. Yang tercinta….

Ibunda

Bunda…

Teriring asa dan cinta…. Ananda coba lepaskan cinta untuk Bunda, sambutlah salam cinta Nanda untuk Bunda….

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuhu

Bunda…

Seiring ananda putar benak Nanda untuk berfikir dan mengingat kejadian dua puluh satu tahun silam…

Selama sembilan bulan sepuluh hari… ananda dipeluk mesra dalam dekapan rahim Ibunda…

Bunda… Engkau membelai nanda dengan air ketuban di dalamnya, ananda ditimang-timang kasih sayang oleh helaan nafas sang Bunda…. Ananda dininabobokan oleh dendangan alunan denyut jantungmu, Bunda…

Bunda menyuapi ananda melalui ari-ari yang menjadi penghubung kasih sayang antara Ananda dan Ibunda…

Oh… ananda mendapatkan semua keindahan kasih sayang mulia itu…

Namun Bunda…

Semua itu mungkin sudah hanyut dari ingatan Nanda…

21 Mei 21 tahun yang silam… ananda kehilangan semua keindahan itu…

Namun Bunda…

Dengan kehilangan semua keindahan itu… Bunda memberikan dan mencurahkan keindahan yang luar biasa untuk Ananda…

Bunda…

Ananda coba kumpulkan keindahan dunia untuk ganti kehadiran Ibunda, dan ananda coba pilahkan yang terbaik untuk isi kerinduan dan cinta Bunda…

Namun Bunda…

Keindahan dunia tak mampu gantikanmu Bunda…. pun pilahan yang terbaik takkan lagi coba nanda isi dalam kerinduan ini…

Kala Sang Rasul pun bersabda…. “Syurga di telapak kaki Ibunda….”

Ananda pikir… ananda rasa… Dunia… oh.. apalah arti dunia ketika syurga pun di telapak kakimu Bunda, menopang segala apa yang ada di tubuh, hati… dan…

Bunda..

Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu… Bunda… Begitu indah setiap detik dalam gendongan Bunda… Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuan Bunda…

Dan Bunda…

Hingga derita Bunda rasa indah demi anandamu…

Lalu… kenapa hanya rindu yang ananda miliki untuk Ibunda..

Tidak Bunda…

Rindu ini hadir dalam do’a panjang dalam sujud malam anandamu agar syurga hadir selalu untukmu, Bunda… bukan hanya di telapak kakimu, Ibunda…

I Love You Bunda…

Sebulan menuju 21 tahun….

Ananda yang mencintaimu Bunda…

Wiwik Supriyanti

(Gadis Manismu)

Iklan

Dua Sayap Syurga

(Cerita ringan sebagai pengantar)

Ada seorang sahabat, yang memiliki fisik yang beda dari yang lainnya. Sahabat tersebut orangnya jelek, pendek, hitam, miskin pula. Sahabat tersebut memiliki istri dengan rupa yang jauh dari rupa suaminya. Istri sahabat tersebut rupawan dengan paras yang cantik, dengan kulit yang putih dan mulus, akhlaknya baik pula…

Suatu ketika, sang suami memandangai sang istri nan cantik jelita. Tanpa berkedip, hati sang suami senantiasa bertasbih memujiNya yang telah menciptakan wanita secantik istrinya dan menganugerahkan padanya. Melihat tingkah aneh suaminya, sang istri terheran dan bertanya, “Wahai suamiku tercinta, mengapa engkau memandangiku sebagaimana demikian?”

”Wahai istriku yang kucinta pula karenaNya, aku sangat bersyukur memiliki istri yang cantik jelita seperti engkau”

“Wahai suamiku… aku sangat bahagia, karena kelak kita berdua akan masuk syurga”

“Bagaimana engkau tahu kita akan masuk syurga..??”

“Karena engkau bersyukur memiliki istri seperti saya, dan saya pun bersabar memiliki suami sebagaimana engkau, dan orang yang bersyukur dan bersabar akan masuk syurga”

Ya… itulah 2 kunci dalam hidup ini… yang satu sabar dan yang satu syukur

Bersabar ketika kita mendapatkan ujian cintaNya…dan bersabar ketika kita mendapatkan cintaNya…

Sungguh indah ketika hidup dihadapi dengan sabar dan syukur. Orang kadang lalai dengan nikmat yang bergelimang mengelilingi hidupnya di satu ketika, hingga lisan ini lupa menglafadzkan hamdalah, sebagai salah satu bukti syukur seorang hamba pada Rabbnya yang melimpahkan anugerah padaNya. Hati yang senantiasa bertasbih, bertahmid, jasad yang senantiasa berinadah sebagai bukti syukur….

Dan…. kala bencana melanda…

Kala ujian datang, menggoda hati… melemahkan tapak kaki mendaki jalan menujuNya….

Wahai engkau jiwa yang merindu syurga…

Sudah selayaknya kita mensyukuri apa pun kondisi kita saat ini karena kita begitu istimewa telah diciptakan…

Dan ketahuilah… wahai engkau…

Sesungguhnya jarak antara masalah dan solusi adalah sejauh jarak antara lutut dan lantai tatkala bersujud…

Sudah Allah anjurkan kepada kita sebagai hamba yang menghamba padaNya untuk bersabar dan senantiasa menguatkan kesabaran kala menghadapi setiap kejadian dalam episode kehidupan kita.

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siagalah (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

(Ali Imran(3): 200)

Ada CINTA di hati ini…

Ada CINTA di hati ini…

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal

(Al Anfal (8): 2)

Subhanallah, Allah menurunkan surat cinta terindah sepanjang masa untuk hambaNya bahkan untuk manusia sedunia…

Satu ayat tersebut mengingatkanku pada satu kata, “CINTA”. Yang banyak orang meyakini bahwa satu tanda cinta adalah senantisa bergetar hati (jantung)nya kala berjumpa. Bukan hanya saja berjumpa, sekedar diseutkan namanya, telingan mendengar, dan berdebarlah jantung dan hatinya.. ya… itu biasanya yang disampaikan oleh mereka yang sedang jatuh cinta…

Tapi saudaraQ…

Ketika Asma Allah berkumandang, ketika agung asmaNya dilantunkan oleh lisan-lisan muadzin, oleh syair-syair munsyid, oleh seruan-seruan para da’i, apakah hati ini tergetar, apakah kesejukannya menyelingkupi hati ini…

Wahai jiwa yang ada dalam genggaman kekuasaanNya…

Kala cinta padaNya ada bertahta di singgasana hati, bergetarkah kala tiap tangan dan kaki melangkah dan melakukan perintahNya tanpa merasa berat, sudah gemetarkah hati ini kala jasad dan hati benar-benar ikhlash menjauh dari semua yang dilarangNya tanpa protes…

Wahai hati yang megatur jasad ini…

Tanyakan padanya apakah ia benar-benar memiliki rasa cinta padaNya yang senantiasa mentaati dan melakukan apa yang diperintahNya dengan ringan hati dan tangan… yang senantiasa menjauhi segala apa yang dilarangNya tanpa protes…

Sudahkah semuanya dilakukan dengan sepenuh hati hingga bergetarlah ia kala melakukan semuanya, hingga menetes bulir bening dari jernihnya mata iman ini…

Wahai engkau jiwa yang senantiasa ingin mengais cintaNya…

Benarlah kiranya iman yang sebenar-benarnya akan ada kala cinta tumbuh berkembang di dalam hati….

Wahai hati… dan jantung….

Sudahklah Asma Allah senantiasa dilafadzkan dalam tiap detak jantung dan hati hingga kesejukannya menyertai aliran darah yang mengisi tiap bagian jasad tubuh ini…

Wahai mata yang senantisa memandang…

Sudahkah mata ini memandang keindahan semua ciptaanNya hingga tiap tanda (ayat)Nya menambah keimanan di dalam hati ini…

Langit biru luas membentang tanpa tiang penyangga, hamparan hijau permadai bumi menjadi tempat sujud tiap insan beriman yang bersyukur atas semua nikmat dan karuniaNya. Warna-warni indah sebagai tanda keagunganNya… bahkan manusia mana yangmampu mencipta seperti makhluk ciptaanNya sekecil apapun ia, lalat atau nyamuk sekalipun…

Maha Suci Dia, Maha Cerdas Ia… Subhanallah

Betapa cintaNya pada semua hambaNya tak terhitung kiranya… Dia memberi segala apa yang kita butuhkan… Dia memberi apa yang kita pinta, bakan Dia juga memberi apa yang tidak kita minta sekalipun. Hidung, alis, rambut, kuku… semuanya tidak pernah kita pintas sebelumnya…

Maha Besar CintaNya pada kita semua….

Semua tanda (ayat)Nya belumkah cukup menambahkan cinta dan keimanan padaNya… dalam hati ini…

Cinta… ya Cinta….

Sati kata yang indah didengar, tapi bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan… tapi bukankah tak ada yang tidak mungkin di dunia ini…

Rabbiy…

Hati, jiwa, dan jasad ini memohon padaMu… anugerah cinta padaMu dan RasulMu…

Rasa cinta yang memenuhi ruang hati ini hingga tak ada tempat lagi untuk cinta yang lain tanpa seijinMu ya Rabb…

Tapi Rabbiy… Do’a bukanlah jalan pertama…

Jalan pertama adalah Bismillah…

Hati dan lisan yang megucap AsmaMu dalam tiap aktivitas Ragawi dan ukhrawi dalam rangka niat untuk meraih RidhaMu…

Semua dilakukan bukan karena apa-apa dan bukan karena siapa-siapa, tapi hanya karena Allah dan untuk Allah semata…

Bukan hal mudah memang, tapi kembali lagi…”Bismillah…”, insyaAllah bisa selagi kita berusaha untuk bisa.

Jalan kedua adalah Ikhtiar

Usaha untuk merealisasikan semuanya… mengikuti petunjukNya melalui lisan Jibril (Al Qur’an) dan lisan Muhammad (Al Hadits) untuk meniti jalan menujuNya…

Jalan ketiga adalah berdo’a

Kala niat sudah lurus, ikhtiar sudah optimal dan tulus…ada satu kekuatan lagi, kekuatan luar biasa yang Allah bekalkan untuk semua hambaNya yang beriman, bekal kekuatan itu adalah “DO’A”

Karena dalam Al Baqarah (2): 186:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Sesungguhnya Allah itu dekat dan Allah merasa sangat malu kala hambaNya meminta dan Dia tidak memberinya. Sudah pastilah Allah memberi semua apa yang kita pinta, namun dalam bentuk dan waktu yang berbeda…

Bersabarlah menunggu jawaban dari setiap do’a dalam sujud panjang kita di tengah malam yang gelap nan dingin. Dan yakinlah senantiasa padaNya akan adanya (datangnya) jawaban itu.

Kala niat sudah lurus, ikhtiar dan do’a pun tulus… serahkan dan kembalikan semua padaNya. Tawakkal…. itu jalan terakhir ketika jalan pertama, kedua, dan ketiga sudah dilalui… bukan tawakkal namanya ketika 3 langkah sebelumnya belum dilalui…

Sebagai orang beriman, hanya kepada Allahlah kita bertawakkal…. sebagaimana di akhir ayat tersebut…

Moga semua menjadikan “Ada cinta di hati ini…”

Ya, cinta padaNya, cinta pada yang haq…

Duhai Rabb penggenggam tiap jiwa…

Anugerahkan cinta itu pada hamba… cinta yang memenuhi ruang hati ini… hinggga tak ada lagi tempat untuk cinta yang lainnya… cinta pada dunia dan isinya…

Rabb…

Kalaupun ada rasa cinta pada hambaMu yang lain… ijinkan cinta itu ada dengan jalan yang Engkau ridhoi, hingga hati ini mampu menampung dua cinta sekaligus…

Karna, sungguh hati ini rapuh dan tak mampu untuk menampung dua cinta sekaligus. Hal itu akan bisa kala Engkau memberi kekuatan pada hati ini dengan cinta dan RidhaMu ia ada, ikut hadir dalam hati ini…

Rabb…

Pastikanlah… jika ada cinta di hati ini…pastikan itu adalah cinta padaMu, pada jalan dakwah menujuMu, pada semua hal yang Engkau cintai…

Hingga semuanya terasa indah dengan hadirnya cintaMu di hati ini…

“Tuhan… leraikanlah dunia

Yang mendiam di dalam hatiku

Karena di situ tidak kumampu

Menampung dua cinta…

Hanya cintaMu… kuharap tumbuh

Dibajak dibantai

Nafsu yang ku bunuh…”

Pati @ the moment

Friday, 2nd Oct 2008