Wahai Engkau Putriku Sayang…

Wahai Engkau Puteriku Sayang…

 

Puteriku Sayang…

Lembut mu tak berarti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajah mu disebalik tabir diri mu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi
Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malu mu mahkota yang tidak perlukan singgasana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya

 

 

 

 

Indah syair Hijjaz mengalun di dalam ruangan ini, di dalam kamar. Tanpa terasa, hati dan perasaan terhanyut dalam lantunan indah merdu lagu tersebut. Tanpa kusadari air mata ini metinik sebulir demi sebulir. Ya… entah kenapa….

Kini.. baru kusadari betapa indah syair lagu tersebut, penuh makna tiada tara

Wanita, di sini adalah seorang muslimah…

Seorang  muslimah sejati adalah mereka yang senantiasa mengiringi langkahnya dengan perjuangan menegakkan kalimah Allah (Islam). Muslimah bertutur lembut, bersapa indah kala mengucap tiap kata… tapi kelembutan tersebut terbingkai dalam kokoh di hati untuk memegang prinsip hidupnya, prinsip yang diajarkanNya melalui Rasul Muhammad dan Rasul-Rasul sebelumnya. Lembut tutur kata, tapi kuat dan kokoh di dalam jiwa memegang prinsip

Kekokohan iman dan kegigihan mempertahankan prinsip hidupnya adalah sebuah ikhtiar meraih indah cintaNya. Sebuah bukti satu rasa, rasa takut dan rasa malu pada pemiliknya, Rabb Allah… tapi perlu diingat, kelembutan yang ditampakan para muslimah sejati bukan semata-mata sekedar hiasan fana untuk meraih simpati dan empati dari selainNya.. bukan! Kelembutan itu lahir dari lembutnya hati yang dipenuhi dengan amalan-amalan ilahiyah, yang senantiasa dilingkupi rasa malu dan takut padaNya… tiap kata dipilih agar tidak menjadi sebilah pedang yang kan menggoreskan luka di hati saudaranya… tiap kata yang senantiasa di

Di balik semua keindahan dan kelembutan tingkah polahnya, tersimpan satu jiwa yang kokoh… jiwa seorag muslimah sejati…

Satu rasa cintanya pada hambaNya hanya sekedar meraih kecintaanNya padanya. Ketaatan pada imam dalam hidupnya, keteguhan hati mempertahankan satu bakti pada hambaNya yang menjadi pemimpin hidupnya (suami), sebuah senyum untuk mendapat keridhaan (suami)nya, sepiring nasi, secangkir kopi serta selembar koran di tiap pagi, sebuah tangan lembut yang kan mengusap tiap bulir airmata yangmenetes di pipi, sepasang pundak yang akan membantu menopang  beban aktivitas dakwah di luar sana, sebuah senyum dengan mata yang berbinar yang akan membantu menepis duka lara, dan sebuah keikhlasan melakukan semuanya hanya untuk meraih cinta dan ridhaNya adalah mahkota dan akan mengantar meunuju mahligai syurgaNya yang abadi

Seorang muslimah pencintaNya memiliki satu kekuatan untuk menjaga diri dan hati, kekuatan itu adalah rasa malu, malu pada Tuhannya yang melihat semuanya, malu pada Rabb pemilik jiwa raganya. Yang dengan satu rasa itu (malu) akan membantunya menjaga diri dan nama. Tidak akan bisa satu orang pun merampas darinya, kecuali dia sendiri yang akan menyerahkannya sendiri kepada perampas jiwa dan nama….

Muslimah… dialah tonggak utama menegakkan negara. Kala muslimah (wanita) kokoh iman dan ketaatannya pada sang Pencipta, kan kokoh pula pondasi bangsa dan negara ini… Ketegasan mu umpama benteng negara dan agama,
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya, Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara Mahligai syurga itulah tempatnya
”, ya… lagu yang merdu

 

Iklan

3 Komentar

  1. Mehmet said,

    September 5, 2008 pada 3:04 am

    It’s a deep soul song………
    selain “Adikku Sayang”-nya Tazakka
    Tapi kenapa kalo ana muter lagi tu di BEM dulu
    ko ada akhwat yang slalu protes ya…
    Padahal kedua lagu tu slalu mengingatkanku pada adikku

    Tulisane wiwik banyak perkembangan kayaknya

  2. Muhammad Tafuiq said,

    September 30, 2008 pada 10:13 am

    plis fisi me.

  3. Muhammad Taufiq said,

    September 30, 2008 pada 10:17 am

    Afwan. He2 Plis fisit me ye!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: